Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin membuka Napak Tilas Proklamasi Tahun 2026, di Gedung Joang 45, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Minggu (16/8).
Arifin mengatakan, Napak Tilas tahun ini mengusung tema "Refleksi Kemerdekaan, untuk Masa Kini dan Nanti" yang mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan yang dinikmati, tetapi juga amanah yang harus dijaga.
Ia melanjutkan bahwa dengan tagline kegiatan napak tilas tahun ini sebagi bentuk penghormatan kepada para pendiri bangsa dan dihadiri oleh berbagai lintas generasi menjadi komitmen dalam mempertahankan simbol persatuan dan tolerasi.
“Dengan tagline ‘Napak Tilas: Kirab Jejak Juang Bangsa,’ mengajak kita menjadikan setiap langkah hari ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri bangsa sekaligus komitmen untuk membangun Indonesia yang lebih baik,’’ katanya.
“Kehadiran dari berbagai generasi dalam satu barisan merupakan simbol bahwa semangat perjuangan tidak pernah terputus oleh zaman. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air harus terus hidup di tengah tantangan masa kini,” imbuh Arifin.
Ia juga berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi membentuk karakter generasi muda dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Saya berharap adanya kegiatan seperti ini menjadi ruang edukasi yang membentuk karakter generasi muda sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang memiliki perjalanan sejarah panjang menuju kemerdekaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” harapnya.
Sementara itu, Halida Nuriah Hatta (Putri Mohammad Hatta) menambahkan bahwa para pendiri bangsa bercita-cita bahwa Indonesia harus bisa memiliki kecerdasan dan kehidupan yang berkualitas.
“Kita ingat bahwa para pendiri bangsa itu merumuskan cita-citanya di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan isi dari Undang-Undang Dasar 1945 yang diresmikan 18 Agustus 1945. Di situ disebutkan, bahwa Indonesia mendukung perdamaian dunia dan Indonesia berkaitan untuk mencerdaskan hidup bangsa. Hidup kita harus berkualitas, tidak hanya cerdas otak, tetapi kualitas kehidupan masyarakat Indonesia harus cerdas hidupnya,’’ tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa harus membangun bangsa Indonesia yang bersih, akuntabel, dan bisa saling memelihara dari ragam budayanya.
“‘Kita bangun jiwa kita untuk membangun Indonesia yang ke depannya harus bersih, akuntabel, sebagai bangsa yang bisa dipercaya, bangsa yang cinta tanah air, dan cinta kebudayaan kita. Kita cinta suku bangsa, saling memelihara segala unsur yang baik dari ragamnya kebudayaan,” imbaunya.