Kelurahan Kebon Kosong Bagikan 30 Kg Beras ke 2.836 KK Sekaligus Manfaatkan Antrean Aktivasi IKD

Sebanyak 2.836 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram pada tahap kedua tahun 2026.

Lurah Kebon Kosong Sunardi mengatakan, pendistribusian bantuan beras dilakukan secara bertahap untuk menghindari antrean dan kerumunan warga. Kelurahan Kebon Kosong memiliki 13 RW yang akan mendapatkan jadwal pengambilan secara bergiliran.

“Untuk tahap kedua ini, setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras. Jumlah penerimanya kurang lebih 2.836 KK,” ujar Sunardi, Senin (7/9).

Sunardi menjelaskan, pendistribusian dilakukan dengan membagi jadwal berdasarkan RW. Pada hari pertama, bantuan diberikan kepada tiga RW yang lokasinya berdekatan. Pola tersebut akan dilanjutkan pada hari berikutnya dan disesuaikan dengan jumlah penerima.

“Kita atur per RW supaya tidak berjubel, apalagi kita mengantisipasi warga lansia. Perkiraan pendistribusian bisa selesai dalam tiga sampai empat hari,” katanya.

Antusiasme warga terhadap bantuan tersebut juga disebut cukup tinggi. Warga pun menyambut baik program bantuan pangan karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Rusun Dakota, Dwi, warga RT 9/RW 11, mengaku bersyukur kembali mendapatkan bantuan beras. Menurutnya, 30 kilogram beras yang diterima sangat membantu kebutuhan keluarganya selama beberapa bulan ke depan.

“Alhamdulillah sangat membantu. Sekarang dapat 30 kilogram beras untuk tiga bulan. Insya Allah cukup,” ujar Dwi.

Dwi berharap ke depan bantuan pangan juga dapat dilengkapi dengan kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, tepung, mi instan hingga makanan kaleng.

 Manfaatkan Antrean, Warga Diajak Aktivasi IKD 

Selain pendistribusian bantuan beras, Kelurahan Kebon Kosong juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak warga melakukan perekaman dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Sunardi mengatakan, layanan IKD dibuka bersamaan dengan pembagian beras karena banyak warga yang datang ke kantor kelurahan. Warga dapat memanfaatkan waktu sambil menunggu jadwal pengambilan bantuan sesuai nomor urut.

“Kita manfaatkan momennya. Warga yang datang untuk mengambil beras bisa sekaligus membuat IKD. Dari pagi sudah lebih dari 50 warga yang mendaftarkan IKD,” jelasnya.

Pelayanan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Satpel Dukcapil Kelurahan Kebon Kosong dan akan berlangsung hingga pendistribusian bantuan beras selesai.

Sunardi menilai IKD penting karena dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan. Melalui aplikasi IKD, warga dapat mengakses data seperti KTP dan Kartu Keluarga melalui telepon seluler tanpa harus selalu membawa dokumen fisik.

“Kalau sudah menggunakan IKD, insya Allah mengurus administrasi lebih gampang. Data KTP dan KK bisa dilihat melalui handphone,” tandasnya.


Maul/KominfotikJP

Reporter: Maul & Editor: Iman
Feature Pak JP Pak JP Pak JP