Loading
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengadakan sosialisasi penyelenggaraan ibadah kurban yang aman dan sehat pada Hari Raya Iduladha Tahun 1447 Hijriah mendatang.
Sosialisasi ini dibuka oleh Kepala Bagian Perekonomian Setko Administrasi Jakarta Pusat Yassin Pasaribu, di Ruang Serbaguna Besar, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Jumat (22/5).
Yassin mengatakan ibadah kurban ini adalah siar Islam yang mengingatkan kepada pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial pada sesama.
"Penyelenggaraan ibadah kurban membawa tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan keselamatan masyarakat. Itulah sebabnya sosialisasi seperti ini sangat penting kita lakukan untuk memastikan bahwa ibadah kurban yang kita laksanakan sah secara syariat," katanya.
Yassin menjelaskan, dalam penyelenggaraan ibadah kurban hewan harus memenuhi syarat mulai dari pertama, memenuhi umur dan sehat untuk disimbelih sesuai dengan ajaran agama Islam. Kedua, aman secara kesehatan yaitu bebas dari penyakit hewan yang menular seperti PMK, antraks serta ditangani oleh petugas yang memang sesuai dengan bidangnya dalam hal ini adalah dokter hewan.
"Ketiga, harus sehat secara lingkungan di mana limbah hasil penyembelihan dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat khususnya di wilayah lokasi tempat penyembelihan," jelasnya.
Yassin menuturkan, Pemkot melalui Sudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Pusat terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat agar penyelenggaraan kurban berjalan lancar, higienis, dan tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat.
"Saya berharap melalui penyelenggaraan sosialisasi ini para panitia kurban di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat, baik di musala dan lembaga sosial dapat memahami standar operasional yang benar. Mulai dari pemilihan hewan kurban, proses penyembelihan, penanganan daging, hingga distribusi yang tepat sasaran dan higienis," tuturnya.
Sementara itu, Kasudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Pusat Halimah menambahkan, kegiatan sosialisasi ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan Sudin KPKP dalam rangka pelaksanaan kegiatan kurban tahun 2026 berdasarkan Pergub Nomor 30 Tahun 2025.
"Kegiatan lainnya adalah pertama pengawasan peralatan teknis di tempat penampungan hewan korban atau TPNHK dan tempat pengotongan hewan kurban. Kemudian, pengawasan sertifikat veteriner dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di TPNHK, pemiksaan antemortem dan postmortem di TPNHK," jelasnya.
Halimah menuturkan, tujuan dari kegiatan ini meningkatkan pemahaman panitia kurban dan masyarakat tentang penyelenggaraan ibadah kurban yang halal, menyamakan persepsi teknis perasaan pemotongan, distribusi, dan pengelolaan limbah kurban serta mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis pada momen Iduladha dan mendukung kelancaran ibadah korban yang tertib, aman, dan sesuai dengan syariah.
"Peserta pada pagi ini berjumlah 50 orang yang terdiri dari ketua dan anggota panitia kurban dari perwakilan masjid yang ada di wilayah Jakarta Pusat serta peserta melalui zoom dengan kapasitas 300 peserta yang merupakan panitia kurban atau masyarakat yang tidak dapat hadir secara offline," ujarnya.
Narasumber pada sosialisasi ini yaitu, Kiai Haji Yusuf Aman, Wakil Ketua MUI DKI Jakarta dengan materi fiqih kurban dan standar penyembelihan halal modern. Yang kedua, Dokter Hewan Supratikno, Dokter Hewan dan Biomedik dari IPB dengan materi tatalaksana Penanganan dan Penyembelihan hewan Kurban. Yang ketiga, Dokter Hewan Adnan Ahmad MSI dari Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia dengan materi Penanganan Daging Korban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.