Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menghadiri peringatan Hari Sepeda Sedunia yang diselenggarakan komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia di Selasar FX Sudirman, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Rabu (3/6) pagi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya bersepeda sebagai solusi transportasi berkelanjutan juga mendorong aksi lingkungan konkret khususnya pengurangan emisi dan gaya hidup minim sampah serta menjadi ruang kolaborasi strategis antara komunitas sepeda, pegiat lingkungan, pemerintah, hingga sektor swasta.
B2W Indonesia merupakan komunitas dan gerakan nasional yang mengampanyekan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi harian untuk pergi bekerja serta beraktivitas. Para pesepeda akan berkumpul dan bergoes bersama menuju ke kantor masing-masing.
Arifin mengatakan, kegiatan sepeda seperti ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yaitu seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Rabu untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi ternasuk kendaraan dinas.
"Saya bersyukur masih banyak orang-orang yang menggunakan sepeda di Jakarta dan kita akan terus wujudkan bahwa Jakarta ramah bersepeda dan mengurangi polusi udara, mengurangi kemacetan dengan cara bersepeda," katanya.
Menurut Arifin dengan bersepada ke kantor jauh lebih sehat, lebih santai, lebih enjoy, lebih nikmat bahkan ada nilai plus yakni kesehatan. Oleh karena itu, hari ini berkumpul para pencinta sepeda sekaligus menyambut hari sepeda dunia yang jatuh pada 7 Juni mendatang.
"Dengan cara seperti ini juga dapat mengajak masyarakat semakin gemar bersepeda," ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum B2W Indonesia Hendro Subroto menambahkan, Jakarta merupakan satu-satunya kota yang mempunyai jalur sepeda yang baik di Indonesia dan kegiatan hari ini pesertanya sekitar 50 hingga 70 orang.
"Hari ini kita bersilaturahmi menguatkan komunitas, serta meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya bersepeda sebagai solusi transportasi berkelanjutan. Juga menjadi ruang kolaborasi strategis antara komunitas sepeda, pegiat lingkungan, pemerintah, dan sektor swasta," pungkasnya.