Loading
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menggelar Apel Warga Jaga Jakarta dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas).
Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin di depan Pos Polisi Pejompongan, Jalan Pejompongan IV, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Sabtu (19/9).
Kegiatan ini diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, komunitas masyarakat hingga perwakilan warga.
Dalam kesempatan ini, Arifin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Jakarta Pusat.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersama-sama dengan seluruh tokoh-tokoh masyarakat, komunitas masyarakat, baik itu unsur-unsur ketokohan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, termasuk emak-emak yang hadir bersama-sama dengan jajaran Forkopimko,” ujar Arifin didampingi Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0501/Jakarta Pusat Letnan Kolonel Inf Danang Waloyo.
Menurut Arifin, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mencegah berbagai aksi yang dapat merugikan warga, termasuk kerusakan fasilitas umum maupun kejadian yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat maupun aksi unjuk rasa.
“Berkaitan dengan aksi unjuk rasa, penyampaian pendapat, dan bentuk apa pun sifatnya, mari kita jaga kondusivitas, menjaga keamanan, ketenteraman, kedamaian kota kita,” katanya.
Arifin menegaskan, menjaga keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat wilayah.
“Maka saya dengan jajaran Forkopimko mengajak semua elemen, seluruh tokoh-tokoh masyarakat, mulai hari ini kita jaga warga kita. Jadi tagline-nya, jaga warga, jaga Jakarta untuk Indonesia,” tutur Arifin.
Ia berharap Jakarta Pusat dapat terus berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan warga.
“Tentu saya berharap kekompakan harus terus kita bangun. Mulai dari tingkat terbawah, RT harus bisa jaga warganya. Sampai ke tingkat RW, kelurahan, kecamatan, dan lain sebagainya,” ujarnya.
“Mudah-mudahan sekali lagi Jakarta Pusat bisa berkontribusi untuk jaga Jakarta aman, sejahtera untuk Indonesia,” harapnya.
Sementara itu, Ketua RW 06 Petamburan Sumarsono, menyambut positif pelaksanaan Apel Jaga Warga tersebut.
Ia menilai keterlibatan pengurus wilayah dalam menjaga keamanan sangat penting, khususnya bagi wilayah RW 06 Petamburan yang berada tidak jauh dari kawasan Gedung DPR RI.
“Kami sebagai ketua RW merasa bangga ya, dilibatkan seperti ini, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Karena di RW saya itu RW 06 Petamburan, jaraknya sangat dekat dengan DPR RI,” kata Sumarsono.
Menurutnya, lokasi RW 06 yang berdekatan dengan kawasan DPR RI membuat wilayah tersebut turut merasakan dampak ketika terjadi aksi unjuk rasa, terutama apabila aksi berujung pada kerusakan fasilitas maupun lingkungan.
“Ketika ada demo dan lain-lain, itu yang rusak adalah fasilitas tempat saya. Apalagi saya ini RW Proklim, di mana RW Proklim itu harus menjaga lingkungan sebaik mungkin,” ujarnya.
Ia juga berharap program Apel Warga Jaga Jakarta tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan sistem koordinasi yang lebih kuat hingga ke tingkat bawah melalui arahan serta koordinasi yang jelas sehingga masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.