Wali Kota Jakpus Terima BEM KM Institut STIAMI
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Institut Ilmu Sosial dan Manajemen (Institut STIAMI).
Pada kesempatan ini, BEM STIAMI memaparkan aduan-aduan dari masyarakat untuk disampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat seperti, infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi.
Arifin sangat menyambut baik kedatangan BEM STIAMI, karena dengan adanya masukan juga kritikannya dapat membantu serta merespon cepat temuan-temuan yang menjadi permasalahan.
"Kita sama-sama punya semangat untuk mengelola Jakarta Pusat lebih baik lagi. Saya sebagai wali kota tidak pernah berhenti untuk terus berfikir bekerja lebih responsif bagaimana membuat kota ini lebih baik," kata Arifin, di Ruang Rapat Walikota, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Senin (9/3).
"Hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah yang ada di lingkungan, Pemprov DKI Jakarta punya banyak kanal-kanal pengaduan, bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung," imbuhnya.
Menurut Arifin, salah satu agar komunikasi dengan pemerintah selalu terhubung yaitu mendownload aplikasi JAKI (Jakarta Kini) untuk menangani apa pun masalah warga Jakarta.
"Lalu ada Citizen Relation Management (CRM), atau yang di DKI Jakarta dikenal dengan cepat respon masyarakat dapat segera melaporkan melalui ini, entah itu jalan berlubang dan sebagainya," tuturnya.
Arifin berterima kasih kepada BEM STIAMI karena sudah menyampaikan aduan-aduan terkait permasalahan infrastruktur, ekonomi, dan pendidikan. Ia pun berharap agar tidak berhenti mengkritik yang didukung dengan data.
"Saya sangat senang sudah dibantu oleh temen-temen BEM STIAMI dan saya berharap ke depannya semoga kita dapat berkolaborasi agar lebih memajukan masyarakat juga Kota Jakarta Pusat," harapnya.
Seperti diketahui, Pemkot Administrasi Jakarta Pusat selalu menerima semua organisasi kemahasiswaan untuk berdialog, dan melakukan kerja sama antar pemerintah dengan mahasiswa.
Pemkot berkomitmen untuk menjadi ruang praktik dialog publik yang terbuka dan partisipatif.
Reporter: Rio Cornelianto
& Editor: Andreas Pamakayo