Sebanyak 15 Sekolah Umum dan Madrasah Ikut Sosialisasi Keamanan Pangan

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Balai Besar POM mengadakan sosialisasi Keamanan Pangan Sekolah/Madrasah. 

Sosialisasi tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie, di Ruang Serbaguna Besar, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (5/5).

Suprayogie mengatakan, sosialisasi ini sebagai tahap awal untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswa terkait keamanan pangan pada komunitas sekolah. 

"Sosialisasi keamanan pangan jajanan anak sekolah merupakan langkah strategis dari BB POM di Jakarta dalam upaya kita bersama untuk melindungi generasi muda dari risiko pangan yang tidak aman," katanya. 


Menurutnya, keamanan pangan jajanan anak sekolah merupakan isu yang sangat penting, karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. 

Sosialisasi ini, lanjutnya, telah menjadi bagian dari prioritas nasional dan sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.

"Program ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan semakin menekankan pentingnya pembudayaan pangan aman di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang mampu membentuk perilaku hidup sehat, termasuk dalam memilih dan mengonsumsi pangan yang aman," ujarnya. 

Suprayogie juga menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah kota, BB POM, suku dinas pendidikan, kementerian agama, serta seluruh komunitas sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, hingga pedagang jajanan. 

"Peran aktif seluruh elemen sangat menentukan keberhasilan dalam mewujudkan keamanan pangan di sekolah. Pemkot Jakpus berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan program ini. Kami berharap, melalui kegiatan ini, akan semakin banyak sekolah di Jakarta Pusat yang mampu menjadi percontohan dalam penerapan keamanan pangan," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM di Jakarta Evi Citraprianti menerangkan, ada 15 sekolah yang diharapkan dapat menerapkan praktik keamanan pangan. 

"Ada 15 sekolah, 10 sekolah umum, dan 5 madrasah dari jenjang SD, SMP, dan SMA di wilayah Jakarta Pusat," ucapnya. 

Setelah ini, lanjut Evi, pihaknya akan mengadakan bimtek kader keamanan pangan sekolah, monitor sertifikasi sekolah yang melakukan keamanan pangan, dan terakhir monitor dan evaluasi yang difokuskan di wilayah Jakarta Pusat di 15 sekolah atau madrasah terintervensi.

Reporter: Andre & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP