Loading
Kelurahan Gunung Sahari Utara (GSU) berkolaborasi dengan warga RW 07 membuat Rumah Edukasi Pengelolaan Sampah Organik Terpadu, di Jalan Mokmer IV RT 07, Kecamatan Sawah Besar, Senin (7/7).
Lurah Gunung Sahari Utara Tyas Endah menjelaskan, Rumah Edukasi Pengelolaan Sampah Organik Terpadu menjadi tempat workshop atau seminar bagi warga di sekitar.
Seminar dan materi yang diberikan dimulai dengan teori berupa penayangan video pengelolaan sampah, hingga praktik budidaya magot, kompos, mencacah daun dan kayu, membuat eco enzyme hingga hasilnya menjadi pakan ternak, dan ternaknya bisa dipanen bagi warga sekitar di RT 007 ini.
“Setiap harinya kita sosialiasasikan kepada warga khususnya tiap ketua RT untuk mengikuti seminar, nanti diberikan pelatihan bagaimana mengelola sampah organik berupa pupuk kompos, cairan eco enzyme maupun magot yang nantinya dijadikan pakan ikan dan ayam,” jelasnya.
Tyas berharap dengan adanya rumah edukasi bisa memberikan wawasan secara menyeluruh kepada warga tentang mengelola sampah organik sesuai dengan temanya 'Kelola Sampah, Ciptakan Manfaat untuk Masa Depan yang Lebih Baik'.
Sementara itu, Prakoso selaku Ketua RT 007 mengaku rumah edukasi ini memanfaatkan lahan PPK Kemayoran dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk cair.
"Jadi setiap warga mengumpulkan sampah organik di depan rumahnya masing-masing, nanti ada petugas kebersihan yang mengambilnya dan dibawa ke rumah edukasi pengelolaan sampah organik terpadu ini untuk dijadikan pupuk cair," katanya.
Hasil pengelolaannya sampah organik, lanjut Prakoso, yang magot nantinya akan diberikan ke pakan ternak seperti, ikan lele, ikan gabus, dan ayam. Sedangkan kambing diberikan kulit pisang dan daun dari hasil pertanian.
“Kami berterima kasih atas semua dukungan masyarakat dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang telah berkerja sama dalam terbentuknya rumah Edukasi Sampah Organik Terpadu ini,“ tutupnya.