Loading
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar bimbingan teknis (bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif bagi Wirausaha Binaan Baru.
Sebanyak 150 peserta yang tergabung dari pelaku usaha, Jakpreneur, mahasiswa, dan masyarakat umum mengikuti bimtek tersebut. Dengan mengangkat tema "Penguatan Kewirausahaan Melalui Optimalisasi Pemasaran Digital dan Teknologi Aplikasi di Era Ekonomi Global" dinilai relevan dengan kondisi perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola bisnis secara signifikan.
Kegiatan bimtek ini dibuka Wakil Wali (Wawali) Kota Administrasi Jakarta Eric PZ Lumbun, di salah satu hotel kawasan Senen, Kamis (21/5).
Eric mengatakan, kemampuan dalam memanfaatkan pemasaran digital, platform aplikasi, serta teknologi informasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif, khususnya para Jakpreneur dan calon wirausaha di Jakarta Pusat.
"Tentunya Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat memiliki komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan Jakpreneur sebagai tulang punggung ekonomi daerah," katanya saat memberikan sambutan.
"Kami percaya bahwa Jakpreneur bukan hanya sekadar pelaku usaha, tetapi juga agen penggerak ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat identitas ekonomi kreatif Jakarta," imbuhnya.
Menurutnya, bimbingan teknis ini juga merupakan salah satu bentuk aksi nyata Pemkot Administrasi Jakarta Pusat dalam mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.
"Melalui penguatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan pemasaran digital dan teknologi aplikasi, diharapkan masyarakat dan pelaku usaha memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, memperluas akses pasar, serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga," ungkapnya.
Sementara itu, Kasudin Parekraf Kota Administrasi Jakarta Pusat Shinta Nindyawati menyatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan wirausaha baru yang kreatif, inovatif, mandiri serta mampu memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
"Kami mengajak seluruh peserta yang hadir untuk terus mengembangkan diri mengikuti perkembangan teknologi digital," tandasnya.