Warga Gunung Sahari Utara Studi Tur ke TPST Bantargebang

Kelurahan Gunung Sahari Utara menggelar kegiatan studi tur bagi seluruh perangkat kewilayahan, termasuk ketua RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), kader, karang taruna, hingga petugas gerobak sampah. 

Kunjungan ini dilakukan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Jalan Pangkalan V, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Lurah Gunung Sahari Utara Tyas Endah Suwandari menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi warga dalam menyambut implementasi pengurangan dan pembinaan sampah yang dijadwalkan akan berlaku mulai 1 Agustus mendatang.

"Kami ingin mengedukasi warga supaya melihat langsung kondisi di TPST Bantargebang, setelah mendengarkan paparan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup dan melihat lokasi secara langsung, respons mereka sangat miris melihat gunungan sampah yang ada," jelasnya.


Tyas menekankan bahwa tujuan utama dari studi tur ini adalah memicu semangat warga untuk lebih disiplin mengurangi volume sampah dari rumah tangga. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban penumpukan sampah di fasilitas pengolahan akhir seperti Bantargebang.

Pada kesempatan ini, Tyas juga mengimbau kepada seluruh warga Kelurahan Gunung Sahari Utara untuk terus konsisten dalam memilah sampah organik dan anorganik.

"Saya minta kepada bapak dan ibu warga Kelurahan Gunung Sahari Utara harus lebih semangat lagi dalam memilah sampah demi lingkungan yang lebih bersih," imbaunya.

Sementara itu, salah satu peserta yang juga seorang Ketua RT 04 di Kelurahan Gunung Sahari Utara Satria Hamid mengungkapkan, kunjungan langsung ke lokasi penumpukan sampah memberikan dampak psikologis yang kuat bagi para pemimpin lingkungan. Melihat kondisi gunungan sampah di Bantargebang menjadi motivasi utama untuk lebih disiplin dalam pemilahan sampah dari sumber.

"Melihat sampah yang menggunung itu adalah pekerjaan rumah (PR) kita semua. Kami sangat bersyukur bisa melihat prosesnya secara langsung. Ini memacu kami untuk segera mengajak warga melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah masing-masing dengan disiplin," ujarnya.

Berdasarkan data internal wilayahnya, Satria mencatat adanya penurunan volume sampah yang signifikan berkat upaya edukasi dan pembiasaan pemilahan. Volume sampah harian di wilayah RT 04 berhasil turun sebesar 50 persen, dari sebelumnya 12 ton per hari menjadi 6 ton per hari, bahkan sebelum implementasi resmi kebijakan 1 Agustus.

"Data di wilayah kami sudah menunjukkan hasil positif. Dari 12 ton kini menjadi 6 ton. Hal ini bisa menjadi acuan jika seluruh warga Jakarta khususnya Jakarta Pusat patuh dalam memilah sampah, maka beban di tempat pembuangan akhir akan berkurang drastis," tuturnya.

Di tempat yang sama, tim edukasi di TPST Bantergebang Roy menyambut baik dengan kunjungan studi tur dari Kelurahan Gunung Sahari Utara.

"Kami sangat senang menerima kunjungan studi tur dari Kelurahan Gunung Sahari Utara. Mudah-mudahan dengan melihat langsung kondisi di sini, mereka semakin semangat melaksanakan program pengurangan sampah dan tidak lengah," ujarnya.

Reporter: Berlian Sigit & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP