Ibu-ibu di Kecamatan Menteng Diberi Sosialisasi Pemilahan Sampah dari Sumber

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat kembali menggelar sosialisasi pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.

Kali ini Sosialisasi menyasar kepada ibu-ibu rumah tangga yang terdiri dari kader Dasawisma, Kader PKK, Kader Posyandu, BPS RW, dan kader Jumantik yang berlangsung di Aula kantor Camat Menteng, Selasa (26/5).

Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (Kabag PKLH) Setko Administrasi Jakarta Pusat Martua Sitorus mengatakan, kegiatan pilah sampah ini sebenarnya bukan barang baru karena ini sudah dilakukan dari tahun 2020 lalu di mana masyarakat diberikan alat-alat untuk pemilahan sampah.

"Waktu itu berdasarkan Pergub Nomor 77 Tahun 2020 instruksinya bahwa setiap warga harus membuat rumah memilah di dalam satu lingkungan RT dan nanti berkembang ke RW, Hanya memang belum berjalan maksimal, maka gerakan ini harus kita gaungkan kembali karena per 1 Agustus sudah dibatasi ya untuk pembuangan ke Bantargebang 50 persen dan per 2027 TPST Bantargebang stop tidak menerima sampah dari Jakarta," katanya.

Martua senang karena peserta sosialisasi adalah ibu-ibu yang merupakan garda terdepan untuk pemilahan sampah karena sehari-hari berurusan langsung dengan sampah rumah tangga.

"Karena ibu-ibu ini, ini kan Polda ya, Polisi Dapur. Jadi ibu-ibu ini yang tau sampah itu apa jenisnya, ibu-ibu inilah. Saya yakin dan percaya melalui ibu-ibu informasi kewajiban memilah sampah akan cepat tersampaikan ke masyarakat," katanya.

Martua menuturkan, pemilahan sampah ini merupakan gerakan massal yang sudah dicanakan Gubernur DKI Jakarta pada 10 Mei lalu. Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 adalah kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume sampah langsung dari tingkat rumah tangga.

"Di Jakarta gerakan pemilahan sampah bulan hanya lingkungan hidup atau camat saja, tetapi masuk semua lini termasuk unsur dari pendidikan, pariwisata, UMKM dan dari segala SKPD," tuturnya.

Sementara itu, Camat Menteng Nurhelmi Savitri menuturkan, sosialisasi pemilahan sampah di tingkat kelurahan melalui para lurahnya dan para Kasie Ekbang sudah dilaksanakan diseluruh RW sehingga masyarakat Menteng sudah paham terkait dengan pilah sampah dari sumbernya yaitu dari rumah tangga masing-masing karena saat ini DKI Jakarta sedang darurat sampah.

"Jadi sampai dengan saat ini InsyaAllah mudah-mudahan terkait pilah sampah ini sudah terinfo semua ke seluruh warga masyarakat. Tinggal monitor, mungkin dari jajaran kami para lurah kepada warganya, ya mulai melalui RTRW-nya juga, mungkin bisa ditugaskan jajaran stafnya, terkait pilah sampah ini sudah dilakukan atau belum di warga masyarakat," katanya.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP