Loading
Hasil pendataan dari Satu Data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, RW Kumuh di wilayah Jakarta Pusat ada penurunan pada tahun 2025.
Demikian dikatakan Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin saat rapat koordinasi wilayah, di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (13/1).
"Jadi sesuai hasil survei pendataan Satu Data RW Kumuh Tahun 2025 oleh BPS DKI Jakarta yaitu, jumlah kecamatan kumuh sebanyak 7 kecamatan, dan kelurahan sebanyak 24 kelurahan dengan total 49 RW dengan kategori kumuh ringan dan kumuh sangat ringan. Data tersebut masih merupakan data sementara,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan angka RW Kumuh ini merupakan hasil kinerja bersama dan patut ditindaklanjuti agar ke depan Jakarta Pusat nihil dari status RW kumuh.
Untuk itu, Arifin meminta, para organisasi perangkat daerah (OPD) dan lurah dapat memfokuskan kegiatan pada 49 RW kumuh. Terkait ketersediaan tangki septik di tiap rumah dan juga keberadaan rumah yang kurang layak harus juga mendapat atensi, bisa lewat bedah rumah Baznas Bazis ataupun mencari CSR lainnya.
“Saya minta Sudin SDA, Lingkungan Hidup, dan Sudin Kesehatan dapat masuk ke-49 RW kumuh tersebut, jadi kita sama-sama berharap nanti ketika ada sensus kembali, angkanya dapat turun. Semoga kita semua dapat memaksimalkan kinerja sehingga setiap RW terbebas dari status kumuh,” tutupnya.