Kampanye Gemarikan di Johar Baru, Dorong Anak PAUD Gemar Makan Ikan

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Pusat mendorong peningkatan konsumsi ikan sejak usia dini melalui kegiatan Safari Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) bagi anak-anak PAUD di wilayah Kecamatan Johar Baru, Selasa (15/9).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie mengatakan, konsumsi ikan penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ikan kaya akan protein, omega-3, vitamin D, vitamin B12, serta berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan.

“Melalui kampanye ini diharapkan menjadi salah satu upaya perbaikan gizi masyarakat sekaligus mendorong perubahan pola konsumsi, terutama menjadikan ikan sebagai sumber protein,” ujar Suprayogie.

Menurutnya, tema “Makan Ikan untuk Generasi Sehat, Kuat, dan Cerdas” sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Konsumsi ikan juga diharapkan dapat mendukung pencegahan stunting pada anak.

Suprayogie pun mengajak seluruh pihak menjadikan pemenuhan gizi dan peningkatan konsumsi ikan sebagai tanggung jawab bersama demi membentuk generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan cerdas.

Selain edukasi Gemarikan dan makan bersama, kegiatan juga diramaikan Bunda PAUD Mendongeng berjudul "Kata-kata Ajaib dari Hutan Ceria" yang dibawakan langsung oleh Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin. Dongeng menjadi sarana edukasi yang menyenangkan untuk mengenalkan pentingnya makan ikan kepada anak-anak.

Sementara itu, Kadudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Pusat Siti Halimah menjelaskan, kegiatan Gemarikan tahun anggaran 2026 menyasar 600 siswa sekolah dasar dan 2.000 balita. Untuk kegiatan di Kecamatan Johar Baru, terdapat 250 balita yang menjadi sasaran.

“Tujuan kegiatan ini memberikan kesadaran kepada masyarakat melalui kampanye tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga dengan ikan sebagai sumber protein,” katanya.

Selain makan ikan bersama, anak-anak PAUD juga mendapatkan satu paket makanan berupa fish katsu dan siomay ikan. Kegiatan turut berkolaborasi dengan pihak swasta yang menyediakan olahan ikan berupa odeng.

Halimah menambahkan, edukasi juga diberikan untuk mengenalkan berbagai cara mengolah ikan agar lebih menarik bagi anak. Ikan tidak hanya diolah dengan cara digoreng atau dibakar, tetapi juga dapat dibuat menjadi bakso, siomay, nugget, hingga berbagai makanan olahan lainnya.

“Dengan olahan yang menarik, diharapkan anak-anak yang sebelumnya kurang menyukai ikan karena bau amis atau banyak durinya dapat mulai gemar makan ikan,” ujarnya.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP