Kelurahan Kwitang Luncurkan Program Tukar Sampah dengan Pangan Bergizi

Kelurahan Kwitang meluncurkan inovasi pengolahan limbah rumah tangga melalui program penukaran sampah organik dan anorganik dengan bahan pangan bergizi serta uang tunai.

Program yang diinisiasi oleh Lurah Kwitang Ferry Zahrudin ini bertujuan untuk memangkas penumpukan sampah di tingkat pemukiman sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di wilayah RW 01 hingga RW 09.

Ferry mengatakan, penimbangan sampah berlangsung rutin setiap hari Jumat pagi di Halaman Kantor Kelurahan Kwitang.

"Mekanisme pengumpulan sampahnya dilakukan secara fleksibel, warga dapat membawa langsung limbah ke kelurahan atau memanfaatkan layanan jemput bola di pos-pos RW setempat," ucapnya, Kamis (3/9). 

Ferry menjelaskan, mekanisme program ini dijalankan atas kolaborasi pihak Kelurahan Kwitang, Tim Penggerak PKK, dan mitra Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

"Mekanisme penukaran dibedakan berdasarkan jenis limbahnya, warga berhak menerima pembayaran tunai (cash) pada hari itu juga dengan harga berkisar Rp4.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Sedangkan sampah organik dikumpulkan, dicatat, dan diserahkan ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) untuk diolah menjadi produk seperti pupuk," jelasnya.

Ferry mengungkapkan, saat ini penukaran masih terbatas pada sayuran dan bahan pangan segar. Namun, ia membuka peluang perluasan manfaat di masa depan. 

"Jika evaluasi ke depannya positif, kami akan mempertimbangkan mekanisme penukaran dengan sembako pokok seperti beras dan minyak goreng bagi warga dengan koleksi sampah terbanyak, agar semangat warga semakin giat," ujarnya. 

Respon positif datang dari warga setempat. Sherly, warga RW 04 Kelurahan Kwitang mengapresiasi terhadap peluncuran program tersebut.

"Pemilahan sampah ini sudah berjalan dengan pengangkutan oleh Sudin LH dan PPSU tiga kali seminggu, tapi dengan adanya insentif tukar tambah membuat warga lebih termotivasi lagi," tuturnya.

Menurut Sherly, program ini cukup baik karena bisa langsung ditukar dengan makanan. Makanan yang ditukarkan juga bergizi, seperti singkong, ubi, dan sayur-sayuran, bukan sembarang makanan.

Sherly menambahkan bahwa bagi sebagian besar warga, nilai nominal harga sampah bukanlah prioritas utama, melainkan dampak lingkungan jangka panjang.

"Yang penting bagi kami adalah bagaimana pengurangan sampah, terutama sampah organik, bisa terjaga untuk masa depan. Jika ada warga yang ingin mengumpulkan botol plastik atau kardus, itu bagus, tapi fokus kami adalah mengurangi volume sampah," jelasnya.

Reporter: Berlian Sigit & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP