Loading
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat menggelar kegiatan penguatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk 'Scale-up Jakpus'.
Mengangkat tema “Buka Data, Buka Peluang, Tingkatkan Omzet UMKM Jakpus”, acara ini berlangsung di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Rabu (6/5).
Kegiatan dibuka oleh Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi Sona Maesana Mushonnif melalui prosesi pemukulan gong.
Dalam sambutannya, Sona menekankan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang telah teruji konsistensinya, terutama saat menghadapi krisis di masa pandemi Covid-19 lalu.
"Target kita sekarang adalah bagaimana UMKM ini bisa naik kelas. Dari yang semula mikro menjadi kecil, menengah, hingga menjadi usaha besar. Kementerian Investasi memiliki fokus besar pada kemitraan antara usaha besar dan kecil," ujarnya.
Sona juga mengapresiasi inisiatif HIPMI Jakarta Pusat dan mengingatkan para pelaku usaha untuk adaptif terhadap teknologi digital. "Legalitas yang rapi dan pencatatan keuangan yang baik adalah kunci. Jika ingin meningkatkan skala usaha dan mengakses permodalan, syarat-syarat tersebut wajib dipenuhi," tambahnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany menjelaskan bahwa kegiatan ini relevan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Jakarta saat ini tengah bertransformasi menjadi kota global yang bertumpu pada sektor jasa dan bisnis.
"Jakarta Pusat tidak memiliki sumber daya alam, kekuatan kita ada di sektor jasa, salah satunya UMKM. Di era Artificial Intelligence (AI) saat ini, kita harus berani membuka dan membaca data agar tidak tergerus zaman. Jika kita tidak menambah wawasan, kita akan tertinggal," tegas Denny.
Denny berharap kolaborasi dengan HIPMI dapat menjadikan Jakarta Pusat sebagai barometer usaha di Indonesia. Ia juga mendorong agar produk UMKM unggulan yang telah naik kelas dapat dipromosikan melalui program rutin pemerintah, seperti "Jumat Beli Lokal".
Sementara, Ketua Panitia (Organizing Committee) M. Akhyar Ridho Lubis melaporkan bahwa Scale-up Jakpus diikuti oleh perwakilan UMKM dari seluruh wilayah Jakarta Pusat. Rangkaian acara meliputi talkshow, sesi diskusi, sharing session bersama narasumber ahli, hingga sesi jejaring (networking).
"Kami ingin mendukung pengembangan bisnis mulai dari akses perdagangan, legalitas, hingga dukungan terhadap sensus ekonomi. Terima kasih kepada Pemkot Jakarta Pusat atas fasilitas dan dukungan kolaborasi yang luar biasa ini," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Steering Committee Cia Mushonnif menambahkan bahwa misi utama acara ini adalah mengubah pola pikir (mindset) para pelaku usaha.
"Kita ingin mengubah paradigma dari sekadar berjualan menjadi membangun bisnis yang menarik investasi; dari sekadar bertahan menjadi ekspansi. UMKM yang naik kelas akan membawa ekonomi kita tumbuh bersama menuju Indonesia Emas 2045," tutup Cia.