Loading
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menargetkan pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebesar 50 persen mulai 1 Januari 2027.
Target ambisius ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang mewajibkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
Kepala Bagian (Kabag) Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (PKLH) Kota Administrasi Jakarta Pusat Martua Sitorus mengatakan, pengelolaan sampah bukan sekadar target administratif melainkan gerakan nyata yang membutuhkan kolaborasi konsisten antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga pengelola kawasan.
"Pemilahan dan pengolahan sampah harus dimulai dari kesadaran, baik di tingkat masyarakat dan komunitas lokal agar beban pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang dapat dikurangi," ujar Martua saat menghadiri acara Konsolidasi Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) di Ballroom Samanvaya Kanwil VIII Jakarta 1 Lt 3, Jl. Senen Raya No. 36, Kelurahan Senen, Jumat (16/10).
Martua mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh FORSEPSI serta berbagai elemen masyarakat lainnya yang telah aktif menjalankan program pemilahan sampah. Ia mencatat adanya perkembangan positif dalam upaya pengurangan sampah melalui optimalisasi bank sampah unit, pengolahan sampah organik, serta manajemen sampah dapur.
"Program yang mengusung konsep 'mengubah sampah menjadi emas' ini dinilai memberikan manfaat ganda, yaitu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi warga," ucapnya.
Berdasarkan Ingub No. 5 Tahun 2026, lanjut Martua, DKI Jakarta bergerak serius mengimplementasikan kegiatan peduli sampah dari sumbernya.
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan kerja bersama seluruh lapisan masyarakat. Tanpa partisipasi aktif warga dalam memilah sampah sesuai jenisnya, target pengurangan 50 persen volume sampah ke tempat pembuangan akhir akan sulit tercapai," tuturnya.
Pemkot Jakarta Pusat terus mengajak warga, komunitas lokal, dan berbagai elemen masyarakat untuk terus bersinergi mewujudkan budaya baru pemilahan dan pengolahan sampah yang berkelanjutan. Martua berharap upaya kolektif ini dapat meredam dampak lingkungan dan menjamin kelangsungan kehidupan yang lebih baik bagi generasi masa depan.
Kominfotik JP/Git