Bazis Jakarta Pusat Gelontorkan Biaya Pendidikan Satu Milyar

Reporter: Kominfotik JP  |  Editor: Kominfotik JP

Badan Amil Zakat Infaq dan sedekah (Bazis) Jakarta Pusat menggelontorkan bantuan biaya pendidikan beasiswa untuk  165 Siswa SLTA dan 200 Mahasiswa S1 sebesar Rp. 1.215.000.000,- (satu milyar dua ratus lima belas juta rupiah).

Gunakan bantuan  dana dari Bazis untuk keperluan biaya pendidikan jangan digunakan hal-hal yang merugikan diri kita, seperti untuk membeli rokok, minuman keras ataupun narkoba. Ini harus dihindarkan karena bantuan Bazis ini dari amal masyarakat yang penuh doa untuk kalian semua, jelas Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakpus, M. Fahmi saat memberikan bantuan biaya pendidikan beasiswa SLTA/Perguruan Tinggi didampingi Ka. Bazis, Nurzen di ruang serbaguna kantor Walikota, Rabu (27/1).

Biaya pendidikan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan prestasi, jangan digunakan yang tidak baik ini akan mubajir dan akan merusak tubuh kita dan pada akhirnya belajarnya jadi malas, “ orang yang menggunakan Narkoba selain merusak dirinya, harga diri keluarga juga akan hancur, tegas Fahmi.

Manfaatkan waktu untuk belajar sebaik-baiknya, dan jangan sia-siakan waktu karena waktu tidak bisa diputar  kembali untuk mengulang, ingin menjadi orang terkenal bukan karena jadi jagoan atau narkoba tetapi karena kepintaran dan kejujuran, tambah Fahmi.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat bantuan pendidikan beasiswa dari Bazis, ini dapat meringankan orang tua. Dana ini saya manfaatkan untuk beli buku, bayar SPP dan persiapan untuk biaya ujian, ujar Lili Siswa kelas III SMK  swasta Saidnaum,Tanah Abang

Sementara Ka.Bazis Jakarta Pusat, Nurzen menjelaskan bantuan dana bazis yang disalurkan untuk biaya pendidikan beasiswa yang disalurkan  untuk SLTA sebanyak 165 orang @ Rp. 250.000,-/bulan X 12 bulan berjumlah Rp. 495.000.000,- sedangkan untuk Masiswa S1 sebanyak 200 orang @ Rp. 300.000.00,-/bulan X 12 bulan berjumlah Rp. 720.000.000,- . Jadi bantuan dana pendidikan beasiswa untuk SLTA dan mahasiswa sebesar Rp. 1.215.000.000,- (Satu milyar dua ratus lima belas juta rupiah).

Nurzen berharap kepada pelajar yang menerima bantuan biaya pendidikan dapat menyelesaikan studynya tepat pada waktunya, sehingga kondisi hidupnya dimasa depan lebih baik dibandingkan orang tuanya, tambahnya. (AD)