Hitung mundur Malam Tahun Baru 2026 di Bundaran Hotel Indonesia, Kamis (1/1). Foto: Zaki Ahmad Thohir
Wakil Wali (Wawali) Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric Phalevi Zakaria Lumbun mendampingi Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Rano Karno menghitung mundur Malam Tahun Baru 2026 di Bundaran Hotel Indonesia, Kamis (1/1).
Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa perayaan Tahun Baru kali ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga sarat pesan kemanusiaan, empati, dan kebersamaan serta keberagaman merupakan kekuatan utama yang harus terus dijaga dalam pembangunan Jakarta
"Jakarta ingin menyampaikan pesan cinta, rasa sayang, kepedulian, dan kebersamaan bukan hanya untuk warganya, tetapi juga bagi sesama anak bangsa," kata Pramono.
"Dengan semangat kebersamaan dan empati tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih untuk tidak menghadirkan kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun ini," ujarnya.
Pramono menyampaikan bahwa Jakarta secara khusus mendedikasikan malam pergantian tahun ini sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan wilayah lain di Indonesia yang tengah dilanda musibah.
"Dari Jakarta, kita kirimkan empati, doa, dan harapan bagi mereka semua. Dengan semangat kebersamaan dan empati tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih untuk tidak menghadirkan kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun ini," tuturnya.
Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI telah mengumpulkan donasi untuk korban bencana Sumatra dan wilayah lainnya di Indonesia hingga lebih dari 3 miliar.
Donasi yang dikumpulkan Pemprov DKI lewat Baznas Bazis DKI Jakarta ditutup pada 1 Januari 2026 pukul 01.00 WIB atau tepat di mana acara puncak malam Tahun Baru 2026 berakhir.
"Saudara-saudara sekalian, pada malam yang penuh makna hari ini, kita tunjukkan wajah Jakarta, kota yang bukan hanya dikenal dengan kemajuan kotanya, tetapi karena warganya yang peduli, saling menguatkan, dan selalu hadir bagi sesama," tandasnya.