Wali Kota Tinjau Lokasi Kebakaran di Paseban, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin meninjau lokasi kebakaran di RW 02, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Pada kesempatan itu Arifin juga mengunjungi posko pengungsian sekaligus berdialog dengan warga terdampak, Jumat (21/8).


Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran yang terjadi di wilayah RT 08 dan RT 09 tersebut berdampak pada 15 rumah dengan jumlah 35 kepala keluarga dan 95 jiwa.


Dalam kunjungannya, Arifin memastikan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersama perangkat daerah terkait telah bergerak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Salah satunya dengan menyiapkan posko pengungsian di SDN 05 Paseban.


“Semalam terjadi musibah kebakaran, berdasarkan data sementara ada 15 rumah, dengan 35 kepala keluarga dan 95 jiwa. Posko pengungsian ditempatkan di area luar ruang kelas sehingga tidak mengganggu proses belajar-mengajar maupun kegiatan olahraga di sekolah,"katanya.


Arifin menuturkan seluruh warga terdampak telah didata secara menyeluruh, termasuk anak-anak yang masih bersekolah. Pendataan dilakukan terhadap siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA, termasuk kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah yang ikut terbakar.


“Kita akan bantu untuk kesiapan mereka bisa sekolah kembali. Pakaian sekolahnya, seragamnya, tasnya dan lain sebagainya,” imbuhya.


Selain kebutuhan pendidikan, lanjut Arifin, layanan administrasi kependudukan turut disiapkan di lokasi pengungsian. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) membuka posko pelayanan untuk membantu warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan akibat kebakaran, seperti KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran.


Warga juga dapat melaporkan kartu layanan publik yang ikut terbakar, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS, serta kartu layanan transportasi gratis (KLG) Transjakarta. Dokumen dan kartu tersebut akan dibantu untuk diperbarui.


Di bidang kesehatan, posko kesehatan dengan dukungan tenaga medis dari puskesmas juga telah disiapkan. Warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan maupun kehilangan obat-obatan rutin akibat kebakaran dapat melapor kepada petugas.


“Bagi mereka yang setiap hari harus minum obat dan obatnya terbakar, bisa melaporkan ke posko kesehatan. Semua kita persiapkan dengan sebaik-baiknya, insyaallah bisa mengurangi beban penderitaan bagi warga yang terdampak,” tutur Arifin.


Arifin menuturkan, penanganan warga terdampak juga mendapat dukungan dari BPBD, PMI, dan unsur terkait lainnya. Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan dan pelayanan bagi warga.


Terkait rumah warga yang terbakar, Arifin mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah dan tingkat kerusakan rumah. Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan dukungan yang dapat diberikan, termasuk kemungkinan bantuan pembangunan kembali.


“Kita data dulu berapa rumah yang terdampak dan terbakar. Kemudian mungkin ada dukungan dari Baznas. Kita coba inventarisasi dulu apa yang bisa kita bantu untuk pembangunan rumahnya,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada musim kemarau.


Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Penggunaan peralatan listrik secara berlebihan juga perlu dihindari untuk mencegah terjadinya korsleting.


“Di musim kemarau sering kali dibarengi dengan adanya kebakaran, apakah berkaitan dengan korsleting listrik dan lain sebagainya. Termasuk beberapa waktu lalu kebakaran juga diakibatkan karena ada yang membakar sampah,” terangnya.


Arifin mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah pencegahan terhadap kejadian kebakaran.


“Tidak ada yang bakar-bakar sampah. Kemudian cek kembali instalasi listriknya, jangan digunakan secara berlebihan yang bisa menimbulkan korsleting,” tandasnya.


Maul (Kominfotik/JP)

Reporter: Maul & Editor: Iman
Feature Pak JP Pak JP Pak JP