Loading
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menghadiri peringatan HUT Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) ke-8, sekaligus peluncuran Maskot Fasilitas Pembiayaan Perumahan, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Minggu (11/10).
Kegiatan yang mengusung tema “City Of Home, Menuju Kota Global Hunian Layak untuk Semua” sejalan dengan membangun Jakarta sebagai City of Home (kota tempat tinggal) yang mana sebuah kota yang tidak hanya maju secara ekonomi akan tetapi menjadi rumah bagi seluruh warganya.
Dalam sambutannya, Uus menyampaikan bahwa di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Jakarta yang cukup luar biasa, masyarakat memiliki kesempatan tinggi untuk tinggal di hunian yang layak.
“Selain pada kesempatan baik ini, saya sampaikan bahwa kota Jakarta dengan dinamika yang sangat tinggi, di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup luar biasa, dan perkembangan kota, kita harus memastikan bahwa masyarakat yang bekerja beraktivitas dan membangun kehidupan Jakarta juga memiliki kesempatan untuk tinggal di hunian yang layak,” katanya.
Untuk itu, lanjut Uus, pentingnya berkolaborasi antara BUMD dan SKPD terkait dengan adanya komitmen dan keseriusan untuk mewujudkan hunian yang layak.
“Saya yakin dengan berkolaborasi antara BUMD dan juga SKPD terkait untuk bagaimana mewujudkan kebutuhan hunian yang layak akan segera dan bisa terwujud. Dengan catatan, komitmen, dan keseriusan kita semua untuk mewujudkan dan dapat kita laksanakan dengan baik," ujarnya.
Sambungnya, dengan adanya program FPPR pemerintah hadir memastikan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah memiliki harapan untuk punya rumah.
“Di sinilah pemerintah hadir melakukan program FPPR, di mana ini memiliki peran yang sangat penting melalui dukungan pembiayaan. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pembiayaan tidak kehilangan harapan untuk memiliki rumah,” imbuhnya.
Ia juga berharap FPPR dapat terus berkembang semakin adaptif serta mampu menjawab tantangan kebutuhan hunian di Jakarta.
“Pada momentum hari ulang tahun ke-8 perjalanan FPPR ini, saya berharap bahwa FPPR ke depan dapat terus berkembang menjadi instrumen pembiayaan perumahan yang semakin adaptif dan mampu menjawab tantangan kebutuhan hunian di Jakarta,” harapnya.