Loading
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Administrasi Jakarta Pusat berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Peragaan Busana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Aula MH Thamrin, Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (05/11/2026).
Prestasi tersebut diraih oleh Istri Kepala Bagian Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Pusat Lia Hari yang mewakili DWP Jakarta Pusat. Sementara itu, Ketua DWP Kota Administrasi Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, berhasil meraih penghargaan Busana Terniat dalam kegiatan yang mengusung tema “Harmoni Dua Simpul: Ketika Shibori Menyapa Batik Betawi”.
Kegiatan yang diselenggarakan DWP Provinsi DKI Jakarta ini diikuti sekitar 37 peserta dari lima wilayah kota administrasi, Kabupaten Kepulauan Seribu serta unit pelaksana perangkat daerah (UKPD).
Ketua DWP Provinsi DKI Jakarta Lisniawati Uus Kuswanto mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, perpaduan shibori dan Batik Betawi merupakan bentuk harmoni dua budaya yang memiliki karakter berbeda, tetapi dapat disatukan menjadi karya yang indah.
"Shibori merupakan seni ikat celup dari Jepang yang filosofinya penuh dengan kesabaran, ketekunan, dan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Sedangkan Batik Betawi merupakan jati diri kita dengan warna cerah dan motif yang berani, seperti ondel-ondel, tumpal, dan pucuk rebung," tuturnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, anggota DWP turut mengambil bagian dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya betawi agar semakin dikenal, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga hingga mancanegara.
"Kecantikan seorang ibu DWP bukan terpancar dari mahalnya baju, tetapi dari rasa percaya diri dan keikhlasan ibu-ibu dalam meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan hari ini," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Peragaan Busana DWP DKI Jakarta Yenny N Ali Maulana mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Ekonomi DWP Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.
"Lomba fashion show diikuti sekitar 37 peserta dari lima wilayah kota administrasi, Kabupaten Kepulauan Seribu, serta unit pelaksana perangkat daerah (UKPD)," katanya.
Yenny menuturkan selain menjadi ajang kreativitas anggota, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan dan mengembangkan Wastra Nusantara, khususnya melalui perpaduan teknik shibori dengan Batik Betawi.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin melestarikan dan mengembangkan wastra Nusantara, khususnya perpaduan teknik shibori dan Batik Betawi. Kami berharap para peserta tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru," ujarnya.
Selain lomba peragaan busana, kegiatan ini juga diisi seminar dan pemberian materi mengenai Batik Betawi, teknik shibori, serta penampilan busana. Para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari narasumber dan praktisi di bidangnya.