Loading
Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar workshop pembuatan film dan pariwara dengan tema "#bersuaraLewatLayar: Saatnya Anak Muda Lawan Korupsi".
Kepala Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Pusat Rianta Widya Amalia berharap semakin luas nilai antikorupsi disosialisasikan dengan cara yang dekat dengan generasi muda, semakin besar pula peluang nilai tersebut tumbuh menjadi kebiasaan.
βKegiatan ini dikuti 144 siswa SMA dan guru pendamping yang ada di wilayah Kota Jakarta Pusat,β katanya di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Kamis (05/11/2026).
"Kami juga berharap workshop ini dapat menjadi titik awal lahirnya karya-karya antikorupsi dari para pelajar Jakarta Pusat. Karya tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di lingkungan sekolah, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga pesan antikorupsi yang lahir dari kreativitas peserta didik dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas," imbuh Rianta.
Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Inspektorat Pembantu Wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
"Hari ini kita berkumpul di sini bukan sekadar untuk memulai sebuah proyek seni atau memproduksi tayangan hiburan, tetapi kita sedang memulai sebuah gerakan moral. Kita sedang menitipkan masa depan bangsa ini ke tangan anak-anak muda," ucapnya.
Menurut Eric, korupsi berdampak nyata merampas hak-hak anak muda seperti hak atas pendidikan yang berkualitas, hak atas lapangan kerja yang adil, dan hak untuk bermimpi setinggi-tingginya.
"Korupsi adalah musuh nyata kreativitas dan masa depan, hari ini anak muda melawan korupsi dengan karya film dan iklan layanan masyarakat sebagai senjata budaya kita," ujarnya.
Dilanjutkannya, melalui visual yang kuat, cerita yang menyentuh hati, dan penyampaian pesan yang jujur, stigma yang menganggap korupsi sebagai hal biasa harus dibongkar.
"Kita ingin mengetuk kesadaran masyarakat bahwa jujur itu keren dan integritas adalah harga mati. Saya meyakini, sinematografi dan pariwara memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah pola pikir," pungkas Eric.