Camat Menteng Apresiasi Pengembangan Kedai Difabis dari Universitas Paramadina

Reporter: Danar Pusung | Editor: Andreas Pamakayo

Penyerahan bantuan kepada Kedai Difabis, di Terowongan Kendal, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/6). Foto: pusat.jakarta.go.id

Dalam mengembangkan dan mendukung kemajuan para difabel di dunia UMKM terutama penempatan lokasi yang strategis seperti, di Car Free Day, Jalan Sabang, dan Kendal diperlukan peran serta kolaborator. 

Demikian dikatakan Camat Menteng Suprayogie saat menghadiri undangan pemberian bantuan dari mahasiswa Universitas Paramadina kepada pelaku Kedai Difabis, di Terowongan Kendal, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/6). 

"Pada dasarnya kami siap membantu, hanya saja kewenangan ini ada di Baznas Bazis. Namun, juga diperlukan dukungan dari banyak kolaborator untuk membantu mereka dalam meningkatkan usahanya,” kata Suprayogie. 

Suprayogie juga mengapresiasi para mahasiswa Magister Universitas Paramadina yang peduli dengan difabel. "Semoga dengan adanya program pemberdayaan sosial dari kolaborator dapat semakin banyak kios difabel yang berdiri," ucapnya. 

Sementara itu, Perwakilan Universitas Paramadina Ade Chandra mengaku, dirinya dan teman-temannya memilih UMKM difabel ini karena sebagai bentuk kepedulian serta pemberdayaan sosial dengan tema "Kita Sama dan Punya Rasa". 

"Dalam program pemberdayaan sosial kami memberikan bantuan berupa pelatihan soft skill tentang strategi penjualan, servis, pelayanan, dan juga tentang pembuatan konten sosial media," jelasnya. 

"Selain itu, barang-barang penunjang Kedai Difabis seperti, bangku dan meja cafe, tempat sampah, tablet dan mesin sealer cup juga diberikan untuk pengembangan dan kemajuannya," tandas Ade.