Bayi Harus Vaksin Polio

Jakarta Pusat, --  

JAKARTA - Suku Dinas (Sudin) Kesehatan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menargetkan 49.851 balita dibawah 5 tahun bebas polio. Hal tersebut dikemukakan dalam sosialisasi rangka menyambut hari Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 8-15 Maret 2016, di ruang Pola Pemkot Jakpus lantai 1, Jumat (19/2).

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kesehatan Jakpus,Yudhita Endah sesaat acara sosialisasi mengatakan kegiatan dilakukan dalam rangka PIN National. Karena, Indonesia hingga tahun 2015 tidak ditemukan bayi yang menderita polio. Nantinya sebelum pelaksanaan polio, beberapa hari sebelumya pihak lurah sudah lakukan sosialisasi melalui RW, RT agar sampai info tersebut ke warga.

"Balita yang akan dipolio harus dalam keadaan sehat, tidak sakit. Di harapkan warga di Jakpus yang mempunyai balita belum dapat folio di harapakan bisa hadir," ucap Yudhita, Jumat (19/2) sore.

Jika memang setelah kegiatan masih ada bayi yang belum dapat polio, akan ada petugas yang diterjukan 285 menyambangi rumah warga. Yudhita menyatakan pengobatan ini telah diketahui Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi warga tidak perlu khawatir mengenai obat yang diberikan, dan obat polio ini tidak dipungut biaya sama sekali.

"Sayang kan kalau anak tidak dapat polio. Tahu sendiri akibat tidak dapat obat polio dimana kaki anak bisa berdampak kecil tidak bertumbuh," ucapnya.

Nantinya, warga bisa membawa balita mereka ke 44 kelurahan yang ada di Jakarta Pusat. Dan objek lainnya seperti mall, pasar, terminal menjadi salah tempat pelayanan polio dengan jumlah titim 565 pos polio yang didirikan. Di harapkan camat dan luruh bisa turut membantu sosialisasi.

Sementara itu, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede berharap orang tua balita bisa datang. Saya juga meminta kepada semua Lurah dan Camat turut mensosialisasikan program PIN.

"Kita berharap di Jakarta Pusat tidak ada balita kena polio," tutup walikota. (Christ)

 


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait