Gelar Diskusi, Cegah Kenakalan Remaja

Diskusi terkait penanganan pelaku tawuran di Polsek Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (10/10). Foto: Christ

Jakarta Pusat, -- Mencegah kenakalan remaja di kawasan padat penduduk Johar Baru, sejumlah lembaga dan instansi mengadakan diskusi terkait penanganan pelaku tawuran di Polsek Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (10/10). 

Berdasarkan data pihak kepolisian Polsek Johar Baru dan rekaman CCTV, para pelaku tawuran rata-rata masih berusia di bawah umur.

Menanggapi masalah ini, Sekcam Johar Baru Djaharuddin meminta semua pihak harus berperan, termasuk orang tua dan lingkungan khususnya RT/RW dalam hal pengawasan perilaku serta kegiatan keseharian para remaja. 

"Orang tua jangan terlalu acuhkan anak. Jika pelaku tawuran sudah berulang-ulang, maka KJP bagi yang masih sekolah akan dicabut," tegasnya. 

Disamping itu, ia menduga peristiwa tawuran yang kerap terjadi di kawasan Johar Baru akibat kurangnya kegiatan positif yang dilakukan para remaja. 

Dari Dinsos, kata Djaharuddin, ada solusi penanganan dengan mengadakan berbagai pembinaan di panti sosial. 

"Jadi ada fasilitas kepada anak yang putus sekolah, mereka akan dilatih berbagai kegiatan. Mulai servis motor, mobil, komputer, handphone, dan AC. Kegiatan ini dapat mengurangi waktu mereka nongkrong dan berbuat hal negatif," katanya. 

Ia juga akan mengarahkan remaja yang putus sekolah untuk mengikuti sekolah paket. "Jika ingin lanjut sekolah bisa ikut program paket. Persyaratannya belum menikah, bebas narkoba, putus sekolah, dan usia maksimal 25 tahun. Dengan cara ini diharapkan warga dapat melakukan hal positif," singkatnya. (As/Stk)

Kominfotik JP/Christ


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait