Lagi, PKL Tanah Abang Ditertibkan

Jakarta Pusat, -- Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati torotoar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) ditertibkan puluhan petugas gabungan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika)  Kecamatan Tanah Abang,

 

Camat Tanah Abang, Dedi Arif yang memimpin langsung penertiban tersebut menerangkan, sebanyak 125 petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Polsek Metro Tanah Abang, Koramil, serta aparat kecamatan dan kelurahan diterjunkan dalam penertiban tersebut. Sementara sasaran penertiban ini dilakukan di empat kelurahan yakni Kelurahan Kebon Kacang, Kebon Melati, Karet Tengsin dan Bendungan Hilir.

 

“Kita bergerak melakukan penyisiran dari Jalan KH. Mas Mansyur, Jalan Kebon Kacang I, Jalan Kebembem (Depan Makam Karet Tengsing), dan Jalan Pejernihan,” terangnya

 

Dedi menegaskan, dalam penertiban kali ini tidak ada tebang pilih siapapun yang berdagang dan melanggar perda 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum akan ditindak. Bahkan, pihaknya mengaku telah berulang kali melakukan penertiban di kawasan tersebut, namun kesadaran para pedagang sangat rendah sehingga usai ditertibkan, pedagang kembali berjualan.

 

“ Ibarat jenggot habis dicukur hari ini, besok tumbuh kembali. Kami juga sudah memberikan surat peringatan agar mereka mengosongkan lokasi, namun peringatan tak digubris sehingga kami bongkar paksa,” tegasnya.

 

Dalam penertiban tersebut setidaknya ada 19 gerobak dan warung tenda yang dibongkar aparat, usai dibongkar lapak pedagang langsung diangkut ke dalam truk untuk dikirim kegudang milik Pemprov DKI yang berlokasi di Cakung.

 

Sementara itu, salah satu pedangang Mie Ayam dikawasan Kebon Kacang 1, Marni (56) sempat merajuk tak ingin gerobaknya diangkut petugas. Marni beralasan dirinya belum mendapatkan pelangan. Namun, hal tersebut tak digubris petugas dengan tetap mengangkut gerobak miliknya ke dalam truk pengangkut.

 

“ Tolong pak, saya baru buka belum ada penglaris, gerobak jangan dibawa, pak. “ pintanya.

 

 

Kominfotik JP


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait