Pemkot Jakpus Tampung Aspirasi Warga Setia Kawan

Jakarta Pusat, -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat (Jakpus) menyatakan akan menampung aspirasi warga Setia Kawan, menyusul akan ditutupnya perlintasan sebidang yang berada di kawasan Roxy Mas Jalan KH Hasyim Ashari.

Hal ini disampaikan, Asisten Perekonomian Pembangunan (Asekbang) Bakwan Ginting usai menghadiri sosialisasi penutupan perlintasan tersebut dengan warga, di Kecamatan Gambir, Jumat (29/9).

Dalam sosialisasi itu, sekitar 50 orang warga hadir namun tidak ditemukan titik temu antara warga maupun Kementrian Perhubungan yang tetap akan melakukan uji coba penutupan pada 6 Oktober mendatang.

Bakwan menerangkan, dalam penutupan perlintasan sebidang di Roxy Mas ini Pemkot Jakpus tidak memiliki kapasitas. Sebab kebijakan untuk menutup perlintasan sebidang ini masuk ke dalam ranah Kementerian Perhubungan. Sehingga, untuk permasalahan ini bukan kebijakan di level Pemkot. Meski demikian, pihaknya menyatakan akan tetap menampung aspirasi masyarakat. Sebab aspirasi warga harus tetap diprioritaskan.

"Kalaupun tetap dilaksanakan aspirasi warga harus diprioritaskan sarana dan prasarana harus dilengkapi," ungkapnya.

Pihaknya juga meminta agar warga Setia Kawan dapat memahami mekanisme yang ada. Dimana sebelum akses jalan pada perlintasan sebidang tersebut ditutup permanen ada uji coba terlebih dahulu. Usai uji coba tersebut barulah akan ada evaluasi. Melalui evaluasi inilah akan dikaji lebih jauh dampak dari penutupan perlintasan tersebut.
Di tempat yang sama, Camat Gambir Fauzi menegaskan sosialisasi yang diadakan pihaknya ini bertujuan agar warga Setia Kawan dapat menyampaikan pendapatnya secara langsung kepada Kementerian Perhubungan selaku pemangku kepentingan. Sekaligus mendapatkan solusi dari kehawatiran selama ini apabila perlintasan sebidang ini ditutup. Meskipun pada akhirnya belum ada titik temu.  

"Kapasitas saya disini bukan menolak atau menyetujui, tapi memfasilitasi warga untuk menyampaikan pendapatnya. Sebab pendapat dan saran dari masyarakat disana perlu didengar karena mereka yang mengalami dampak dari penutupan perlintasan ini," terangnya.

Sementara itu, Direktur Keselamatan  Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Edi Nur Salam menegaskan akan tetap melakukan uji coba penutupan perlintasan sebidang pada 6 Oktober mendatang. Meskipun warga menolak hal tersebut. Menurutnya, pihaknya telah melakukan kajian bahkan sebelum pembangunan jalan layang yang berada tepat diatas perlintasan sebidang Roxy Mas. Dimana selain untuk meminimalisir kemacetan dan kecelakaan, fungsi dari jalan layang ini sejak awal sebagai jalur penganti perlintasan sebidang.

"Kita akan tetap uji coba, kalau banyak yang tidak setuju, didemo itu hal biasa. Usai uji coba ini akan dilakukan kajian dan mitigasi untuk meminimalisir dampaknya," tegasnya.

Kominfotik JP/NEL


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait