Baznas Bazis Jakpus Serahkan Bantuan untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19

Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menyerahkan bantuan cairan disinfektan yang diserahkan langsung kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat. Foto: SAF

Jakarta Pusat, -- Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menyerahkan bantuan cairan disinfektan dan penyanitasi tangan (hand sanitizer) yang dibutuhkan dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Bantuan diserahkan langsung kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bayu Meghantara di ruang kerja Wali Kota, Selasa (24/03). Asisten Pemerintahan Denny Rhamdani dan Asisten Kesejahteraan Rakyat M. Fahmi tampak hadir mendampingi.

“Hari ini kami menerima bantuan dari Baznas Bazis Jakarta Pusat berupa cairan disinfektan dan hand sanitizer. Dua jenis barang ini memang sangat kita butuhkan saat ini karena di wilayah terus dilakukan kegiatan disinfeksi,” ujar Bayu.

Bantuan yang diberikan oleh Baznas Bazis sebanyak 22 galon cairan disinfektan (isi 5 liter), 50 botol hand sanitizer ukuran 5 liter, 218 botol hand sanitizer ukuran 500 ml dan 1.689 botol hand sanitizer ukuran 60 ml.

Wali Kota mengapresiasi langkah Baznas tingkat kota yang sejalan dengan semangat kolaborasi. “Saya berterima kasih pada Baznas, kita memang harus bersama-sama memerangi Covid-19 ini,” lanjutnya.

Sebelumnya pekan lalu Baznas Bazis juga telah menyerahkan bantuan serupa dengan jumlah terbatas, khusus untuk digunakan di kantor Wali Kota. Sedangkan sumbangan saat ini akan dialokasikan untuk kebutuhan di wilayah.

Asisten Kesra Kota Administrasi Jakarta Pusat menjelaskan bahwa cairan disinfektan ini akan digunakan untuk penyemprotan fasilitas umum, ruang publik dan rumah-rumah warga yang rentan.

“Kami akan distribusikan melalui kecamatan, suku dinas kesehatan dan PMI Jakarta Pusat. Kelurahan nanti akan menerima dari kecamatan, sesuai dengan proporsi jumlah kasus, berapa orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP). Datanya sudah kita dapat dari Sudin Kesehatan,” Fahmi menjabarkan.

Masih kata Fahmi, sebelumnya kelurahan melakukan kegiatan disinfeksi secara mandiri dengan cairan disinfektan yang merupakan hasil olahan sendiri. “Sekarang dengan adanya ini bisa langsung dipakai oleh teman-teman di kelurahan,” pungkasnya.

(Kominfotik JP/SAF)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait