Kasubanppeko Buka Musrenbang Kelurahan Sumur Batu

Kasubanppeko Administras Jakarta Pusat Tulus Ludyo Setiawan saat membuka Musrenbang Kelurahan Sumur Batu melalui daring. Foto: As

Jakarta Pusat, -- Kepala Suku Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Kasubanppeko) Administrasi Jakarta Pusat Tulus Ludyo Setiawan membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran melalui daring, di ruangannya, Gedung Blok A Lantai 2, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (10/2).

"Musrenbang ini untuk program tahun 2022, yang sudah diawali pelaksanaan Rembuk RW di Kelurahan Sumur Batu Pada awal dan akhir Januari lalu. Terdapat total 128 usulan fisik maupun non fisik dengan anggaran sekitar Rp 24 miliar," katanya.

Dari 128 usulan tersebut, lanjut Tulus, benar-benar prioritas bagi warga Kelurahan Sumur Batu.

"Saya berharap usulan tersebut memang kebutuhan warga serta memberikan penjelasan atas usulannya. Jangan sampai pihak UKPD tidak tahu volumenya berapa, di mana lokasinya, dan usulannya apa. Karena tidak tahu usulan bisa ditolak," jelasnya.

Menurutnya, setelah Musrenbang Kelurahan Sumur Batu ini para UKPD terkait langsung memferifikasi dan mensurvei ke lapangan usulan tersebut.

"Jangan sampai usulan yang sudah lama tidak dikerjakan. Jika secara teknis tidak bisa dikerjakan kasih tahu ke warganya," tutur Tulus.

Ia juga meminta kepada peserta Musrenbang, lurah, dan camat untuk menggali sumber pendanaan lain karena tidak semua dana dari APBD.

"Coba gali sumber pendanaan lain untuk membiayai kebutuhan masyarakat berkolaborasi dengan CSR di wilayah Sumur Batu, Kemayoran," pintanya.

Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Lurah Sumur Batu Suprayitno menambahkan, ada delapan RW dengan jumlah RT sebanyak 106. Dari 106 RT terdapat 128 usulan fisik dan non fisik.

"Non fisik 5 dan fisik 115 dengan total anggaran sekitar Rp 24 miliar," ungkapnya.

Untuk diketahui, Musrenbang Kelurahan Sumur Batu melalui daring ini diikuti para UKPD, lurah, Camat Kemayoran Asep Mulyaman, Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua RT-RW, dan masyarakat di tempat masing-masing.

 

Kominfotik JP/As


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait